Rabu, 15 Mei 2013

Analisa Usaha Tani Padi Sawah

Usaha tani padi sawah atau biasa disebut denganbudidaya padi sawah merupakan salah satu usaha tani utama di Indonesia. Padi di Indonesia merupakan tanaman penting sebagai sumber bahan makanan pokok penduduk Indonesia yaitu nasi. Tidak ada salahnya dalam blog ini saya menyajikan kembali panduan budidaya padi sawah dengan tujuan sebagai panduan singkat. Selamat Membaca 

Usaha tani padi sawah ( Oryza Sativa )

Jenis Tanaman
Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut:
Divisi                      : Spermatophyta
Sub divisi             : Angiospermae
Kelas                     : Monotyledonae
Keluarga              : Gramineae (Poaceae)
Genus                   : Oryza
Spesies                 : Oryza spp.
Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan.

Syarat Pertumbuhan
Iklim
  1. Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan.
  2. Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun.
  3. Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C.
  4. Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan.


Ketinggian Tempat
Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

Pedoman Budidaya
 Pembibitan
1) Persyaratan Benih
Syarat benih yang baik:
  1. Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang.
  2. Warna gabah sesuai aslinya dan cerah.
  3. Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya.
  4. Daya perkecambahan 80%.

2) Penyiapan Benih
Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan.

3) Teknik Penyemaian Benih
Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25 kg benih. Jika menggunakan tanam 1-3 batang perumpun, kebutuhan benih hanya sepertiganya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari areal sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi.

4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

5) Pemindahan benih
Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah maksimal berumur 21 hari, bibit yang terlalu tua kan berpengaruh pada jumlah anakan dan lama waktu panen.

Pengolahan Tanah
a)             Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar.
b)             Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak.
c)              Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam.
d)             Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata.
e)             Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata.

Penanaman
1) Pola Tanam
Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.
2) Penanaman
Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, Jarak tanam anjuran adalah menggunakan jarak tanam sistem legowo baik legowo 2;1 ataupun 4:12-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm.

Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah
Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit.

2) Penyiangan Padi Sawah
Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

3) Pengairan Padi Sawah
Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Pengairan padi sawah yang terbaik adalah menggunakan sistem berselang / intermitten. Caranya sawah diairi selama seminggu kemudian air dibiarkan menyusut hingga kondisi tanah macak-macak atau masih lembab selama 10 hari kemudian diairi lagi hingga satu minggu begitu seterusnya hingga masa padi berbunga. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan terus dilakukan, saat padi mulai menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit.

4) Pemupukan Padi Sawah
Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea= 250  kg/ha, SP36 = 100 kg/ha dan KCl = 50 kg/ha.
Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai.

8) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

Hama Dan Penyakit
 Hama Hama di Persemaian Basah
a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah)
  1. Hama putih (Nymphula depunctalis)
  2. Padi trip (Trips oryzae)
  3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura,
a)      berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning)

Hama di Sawah
a)         Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera).
b)        Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).
c)         Walang sangit (Leptocoriza acuta)
d)        Kepik hijau (Nezara viridula)
e)        Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens).
f)          Hama tikus (Rattus argentiventer)
g)         Burung (manyar Palceus manyar, gelatik Padda aryzyvora, pipit Lonchura lencogastroides, peking L. puntulata, bondol hitam L. ferraginosa dan bondol putih L. ferramaya).

Penyakit
a)         Bercak daun coklat
b)        Blast
c)         Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot,)
d)        Busuk pelepah daun
e)        Penyakit fusarium
f)          Penyakit noda/api palsu
g)         Penyakit kresek/hawar daun
h)        Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak
i)           Penyakit kerdil
j)          Penyakit tungro

Gulma
Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar.


Panen
Ciri dan Umur Panen
Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga), bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %, butir hijau rendah.

Cara Panen
Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen, gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang, simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi.
Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu, dengan alat Reaper binder, panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar.

Perkiraan Produksi
Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif, diharapkan produksi mencapai 7-8  ton/ha.

Pascapanen
a)        Perontokan. Lakukan secepatnya setelah panen, gunakan cara diinjak-injak (60 jam orang untuk 1 hektar), dihempas/dibanting (>16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. Dengan menggunakan mesin perontok, waktu dapat dihemat. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7,8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen.
b)        Pembersihan. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %.
c)         Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. Secara tradisional padi dijemur di halaman. Jika menggunakan mesin pengering, kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman
d)        Penyimpanan. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).

Bila kita ingin memulai bertanam padi maka alangkah baiknya bila seseorang itu dapat melihat analisa usaha taninya. Bahkan akan lebih baik lagi bila orang tersebut yang membuat sendiri analisa usaha taninya.
Adapun rincian ANALISA USAHA TANI PADI SAWAH adalah sbb 
Modal
1. Kebutuhan benih 20 kg @ 6.000 = 120.000
2. pupuk kandang 1000 kg @ 1.000 = 1.000.000
3. sekam padi 20 karung @ 2.000 = 40.000
4. pupuk NPK kujang 5 karung @ 120.000 = 600.000
5. pupuk NPK Ponska 3 karung @ 120.000 = 360.000
6. pestisida / insektisida = 150.000
———– +
2.270.000
Biaya Operasional
1. Pengolahan lahan 30 HOKp @ 35.000 atau borongan = 1.050.000
2. Pencabutan bibit + penanaman 20 HOKw @ 25.000 = 500.000
3. Penyiangan + pemupukan ke-1 6 HOK @ 35.000 = 210.000
4. Penyiangan + pemupukan ke-2 6 HOK @ 35.000 = 210.000
5. Penyemprotan 4 HOK @ 35.000 = 140.000
6. Panen dan pasca panen 12 HOK @ 35.000 = 420.000
7. Biaya pengeringan 8 HOK @ 35.000 = 280.000
———– +
2.810.000
Pengeluaran = Modal + biaya operasional
= 2.270.000 + 2.810.000
= 5.080.000
Pendapatan
Hasil Panen misalkan 7 ton GKP per hektar. Setelah dikeringkan susut 18 %, maka hasilnya 5,74 ton GKG per hektar.
Harga 1 kg GKG adalah 3.500
Maka hasil yang diperoleh adalah 5.740 kg x 3.500 = 20.090.000
Keuntungan
= HPendapatan – Biaya Pengeluaran
= 20.090.000 – 5.080.000
= 15.010.000
Bila dalam 1 musim tanam adalah 4 bulan, berarti dalam 1 bulan keuntungannya
= 15.010.000 : 4
= 3.752.5000
  1. Prakiraan biaya pupuk untuk bertani sistem gabungan
    SRI, PO, EM16+, dan pola tanam jajar  pada luas lahan 1 hektar, adalah:
    - Kompos 2 ton = 2000kg X Rp. 700,- (untuk menghemat biaya, kompos bisa dibuat sendiri) = Rp. 1.400.000,-
    - Kapur Dolomit 500 kg X Rp. 1000,- = Rp. 500.000,-
    - Agen hayati pengendali hama tanah GLIO NASA 30pact@100gram X Rp. 25.000,- = Rp. 750.000,-
    - Pupuk Ajaib SO 13 liter X Rp. 125.000,- = Rp. 1.625.000,-
    - Pupuk Organik Padat Power NASA 2 kg X Rp. 200.000,- = Rp. 400.000,-
    - Agen hayati pengendali hama tanaman BVR NASA 40pact@100gram X Rp. 25.000,- = Rp. 1.000.000,-
    Total = Rp. 5.675.000,-
    Prakiraan hasil yang akan diperoleh bertani sistem gabungan SRI, PO, EM16+, dan pola tanam jajar  pada luas lahan 1 hektar, adalah:
    - Lahan 1 hektar dapat ditanam 112.800 rumpun X 100 gram GKP/rumpun = 11.280 kg GKP X 60% = 6.768 kg BERAS X Rp 5.000,- (harga beras organik sejenis IR-64 di pasar swalayan Rp. 10.900,-/kg) = Rp. 33.840.000,-
    Total laba bruto 1 periode tanam 3 bulan (belum dikurangi biaya kerja dan sewa lahan) = Rp. 28.165.000,-
    Biaya kerja, sewalahan dan lain-lain terdiri dari :
    - Sewa lahan 1 hektar 1 tahun X Rp.6.000.000,-/3 (3 periode tanam masih bisa nego) = Rp. 2.000.000,-
    - Biaya kerja borongan dengan traktor 1 hektar (masih bisa nego) = Rp. 1.250.000,-
    - Upah kerja/jaga 3 orang X 3 bulan X Rp. 900.000,- (jumlah pekerja tetap bisa dikurangi) = Rp. 8.100.000,-
    - Uang makan 3 orang X 90 hari X Rp. 15.000,- (jumlah pekerja tetap bisa dikurangi) = Rp. 4.050.000,-
    - Biaya panen 1 paket (masihbisa dihemat lagi) = Rp. 1.865.000,-
    = Rp. 18.165.000,-
    Total laba netto 1 periode tanam 3 bulan (sudah dikurangi biaya kerja dan sewa lahan) = Rp. 10.000.000,-
    - Investasi/3 bulan = Rp. 5.675.000,- + Rp. 18.165.000,- = Rp. 23.840.000,-
    - Laba netto/3 bulan = Rp. 10.000.000,-
    - % laba netto/bulan = (10.000.000 : 23.840.000) X 100% : 3 bulan = (41,95% : 3) = 13,98% *)
    Catatan : *) Prosentase laba netto masih bisa ditingkatkan bila dilakukan beberapa penghematan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar